Langsung ke konten utama

Esok

Esok,
Engkaulah deras yang mengguyur setiap lini intiku...

Engkaulah bahasa yang mengajarkanku berkata-kata dalam kebisuan...

Engkaulah serat sutra yang kurajut dengan penuh kesakralan...

Engkaulah kesadaran yang kuminati ditiap putaran waktu...

Engkaulah kenangan yang ingin terus kuulangi berkali-kali dalam memori otakku...

Engkaulah sebuah kemakluman dalam tingkah dan lakuku..

Engkaulah getar dalam ketidakmengertian itu...

Dan...
Engkaulah itu denyut  dalam urat di nadiku...

Jakarta, 2017

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membahasakan Bahasa

Berbahasalah wahai Ayah, Bunda.. Ajak anak-anakmu untuk berdialong dengan bahasa yang tak biasa, dengan bahasa yang diajarkan Rasulullah kepada Abdullah bin Abbas dalam mengenalkan tauhid pada Rabbnya. Abdullah bin Abbas adalah keponakan Rasulullah yang pada saat itu usianya baru berkisar 10th, tapi Rasulullah selalu mengajaknya berdialog dengan bahasa yang indah nun rupawan. Dengan bahasa yang tak biasa disampaikan pada anak seusianya. Tapi, Rasulullah membahasakan itu padanya. Suatu hari saat Rasulullah membonceng Abdullah bin Abbas di atas  unta untuk satu perjalanan. Kemudian Rasulullah berucap  "Jagalah Allah, Nak. Maka Allah akan menjagamu." Secara logika, anak kecil mana yang mampu mengerti bahasa seperti itu, tinggi dan membingungkan, tapi tidak dengan Abdullah bin Abbas kecil, seorang anak kecil yang cerdas, mampu mengerti perkataan Rasulullah. Bayangkan, bagaimana mungkin kita bisa menjaga Allah sedangkan Allah tidak terlihat. Tapi kecerdasan Abdullah bi...

Taman Kutukan dan Penyihir Jahat?

Di suatu Negri antah berantah yang jauh nan di sana hiduplah seorang penyihir jahat dalam taman tanpa air. Penyihir itu akan semakin kuat dengan keyakinan penduduk desa yang meyakini  keberadaannya dalam taman tersebut. Kekuatan penyihir itu terlahir dari ketakutan penduduk desa setempat. Konon siapapun yang datang ke taman itu mengenakan pakaian merah akan terkena kutukan sang penyihir jahat tersebut. Kutukan itu  semakin kuat dengan hilangnya beberapa penduduk yang nekat datang ke taman untuk menantang penyihir jahat. Dan hasilnya tetap nihil! Mereka tidak ada yang berhasil menantang sang penyihir jahat. Mereka hilang dan tidak kembali lagi setelah pamit untuk pergi ke taman itu. Hingga suatu hari, ada 6 orang sahabat berniat untuk mematahkan mitos yang dikuatkan oleh penduduk desa dengan  mendatangi taman kutukan sambil mengenakan pakaian merah. Sesampainya di taman itu mereka melihat ada hamparan bunga tulip yang cantik sejauh mata memandang, deda...

Sembilan Warna Pelangi

Bismillahirohmanirrohim ..      Sembilan warna pelangi ! ..  mungkin warna pelangilah yang sangat cocok untuk menggambarkan kalian para saudariku di salsabila , yaa kita memang berbeda namun perbedaan kita tak sedikitpun menjadi penghambat bagi ukhuwah kita ..ehhehe persaudaraan kita yang lebih indah dari apapun,”menurutku” semoga kalian pun berpendapat yang sama seperti apa yang aku fikirkan tentang kalian. Lalat, cicak sekalipun selalu iri ketika melihat kedekatan kita yang Saling mencintai karena Allah , yang saling mengingatkan karna Allah,dan menasihati dlam kebaikan ^-^ Semoga saja ukhuwah ini  akan tetap terjaga seperti ini sampai nanti di JannahNya kelak .. amiiinn Bukan karena materi ataupun fisik kita mampu ciptkan kebersamaan ini melainkan DIA ALLAH yang ciptakan kebahagiaan ini , dia yang mengikat kita dengan balutan cinta kepadaNya ..                 “a...