Langsung ke konten utama

AIR dan MANUSIA



bismillah ... :)
mungkin hanya sedikit yang saya bisa tuangkan dalam tulisan ini ,,, dan semoga bermanfaat ....
       banyak orang yang bilang "jadi orang jangan kaya air yang mengalir , mending ngalirnya ke sungai,laut atau dermaga nah kalo ngalirnya ke got gmna" ???

hmm ,,, coba deh sedikit saja kita menganalisa tentang perjalanan air ....
padahalkan akhir dari perjalanan air yang sebenernya itu kan LAUT , setelah dari laut kemudian menguap ke kali-got-danau-dermaga-sungai-LAUT(kalo prosesnya salah ,mohon maaf) karna akupun kurang tau persis perjalanan air .. 
yang aku tau yaaa, air itu akan kembali menuju tempat awal dimana dia berasal meskipun harus melewati beberapa tempat melalui proses yang luar biasa tempat terakhirnya ya laut ..
beberapa proses yang harus dilalui sang air yaitu proses dimana air harus terhambat karna sampah , terhambat karna batang  pohon , terhambat karna bebatuan , dan terhambat karna tembok(rembes yang mengakibatkan banjir) atau hambatan hambatan yang lebih dari ini , sehingga airpun akan mengalir kembali untuk mencari celah dimana dia mampu mengalir semestinya ..
dan aku mencoba untuk menyamakan antara air dan manusia ..
air dan manusia sama sama memiliki proses menuju ke tempat awal yang seharusnya ..
manusia akan mengalami proses kehidupan atau banyak juga yang menyebutnya proses pencarian jati diri ..
dari proses manusia bisa kita ambil contoh misalnya pertumbuhan manusia
 *anak anak
 *remaja
 *dewasa


saat anak anak fase dimana kita selalu ingin tahu (fase pembentukan)
             "anak kecil yang selalu mengandalkan ibunya dalam hal apapun" ,

 kemudian saat remaja kita akan mengalami proses dimana kita tidak mampu mengambil sikap terhadap hidup kita dan akan membuat kita lebih condong dengan lingkungan.
         "lingkungan baik kita akan baik dan lingkungan buruk itupun akan membuat pribadi kita buruk" 

dan terakhir adalah fase dewasa, menemukan jati diri karna di fase inilah kita dituntut untuk menentukan pilihan terhadap hidup kita .
"kita mampu mengambil sikap terhadap hidup dan resiko apa yang akan kita tentukan terhadap hidup kita"
 maka proses yang baiklah yang akan menciptakan pribadi yang baik (manusia yang baik) , 
manusia yang baik adalah manusia yang akan kembali kepada Rabbnya ..




seperti air yang akan kembali pada tempat asalnya manusiapun demikian setelah melewati perjalanan panjang dalam pencarian jati diri. manusia akan menemukan jati diri yang sebenarnya jati diri yang akan sllu ingat kepada sang pencipta ... 
 dan semoga kita semua termasuk manusia yang melakukan proses yang baik untuk menuju kepada Rabbnya ..


^^ mulai dari sekarang kita sepertinya harus banyak belajar dari air dehhh ..
 tulisan ini saya buat setelah obrolan singkat saya dengan seseorang sahabat saya , kemudian saya mencoba untuk menerjemahkannya dalam sebuah tulisan dan semoga bermanfaat,jika banyak terjadi kesalahan saya minta maaf  karna sayapun masih dalam proses pembelajaran^^ 




#PerempuanHujan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membahasakan Bahasa

Berbahasalah wahai Ayah, Bunda.. Ajak anak-anakmu untuk berdialong dengan bahasa yang tak biasa, dengan bahasa yang diajarkan Rasulullah kepada Abdullah bin Abbas dalam mengenalkan tauhid pada Rabbnya. Abdullah bin Abbas adalah keponakan Rasulullah yang pada saat itu usianya baru berkisar 10th, tapi Rasulullah selalu mengajaknya berdialog dengan bahasa yang indah nun rupawan. Dengan bahasa yang tak biasa disampaikan pada anak seusianya. Tapi, Rasulullah membahasakan itu padanya. Suatu hari saat Rasulullah membonceng Abdullah bin Abbas di atas  unta untuk satu perjalanan. Kemudian Rasulullah berucap  "Jagalah Allah, Nak. Maka Allah akan menjagamu." Secara logika, anak kecil mana yang mampu mengerti bahasa seperti itu, tinggi dan membingungkan, tapi tidak dengan Abdullah bin Abbas kecil, seorang anak kecil yang cerdas, mampu mengerti perkataan Rasulullah. Bayangkan, bagaimana mungkin kita bisa menjaga Allah sedangkan Allah tidak terlihat. Tapi kecerdasan Abdullah bi...

Esok

Esok, Engkaulah deras yang mengguyur setiap lini intiku... Engkaulah bahasa yang mengajarkanku berkata-kata dalam kebisuan... Engkaulah serat sutra yang kurajut dengan penuh kesakralan... Engkaulah kesadaran yang kuminati ditiap putaran waktu... Engkaulah kenangan yang ingin terus kuulangi berkali-kali dalam memori otakku... Engkaulah sebuah kemakluman dalam tingkah dan lakuku.. Engkaulah getar dalam ketidakmengertian itu... Dan... Engkaulah itu denyut  dalam urat di nadiku... Jakarta, 2017

Nikmati saja !

Kita pasti akan melewati satu masa dimana kita merasa paling bersemangat dari yang lainnya, dan dilain waktu justeru kita menjadi manusia yang sangat membutuhkan semangat dari orang lain. Kita pasti akan melewati satu waktu dimana kita merasa paling kuat dari yang lainnya, dan dilain waktu justeru kita menjadi manusia yang sangat membutuhkan kekuatan dari orang lain. Rasa suka, lelah, bosan dan semua rasa yang membuat hati kita bahagia atau bermuram durjam sekalipun pasti akan kita lewati, disetiap masa selagi kita hidup. dan semuanya hanya bersifat sementara, kan? Nikmati saja setiap rasa yang ada, terkadang Allah memberikan  rasa  yang hadir itu bukan tanpa sebab, melainkan Ia ingin hidup yang kita jalani lebih memiliki warna, rasa dan rupa.  Jika merasa kuat, maka tugas kita adalah menguatkan yang lainnya. Dan jika kita merasa lemah maka carilah sesuatu yang mampu menjadikan kita kuat untuk bisa melewati setiap masa selagi kita hidup. Nikmati saja set...