Langsung ke konten utama

Ruang Tata Letak yang (Masih) Belum Baik

Sejak kemarin sore di IBF (baca:ISlamic Book Fair), semakin yakin kalo Ruang Tata Letak dalam memory otak aku itu belum baik apalagi buat menghafal jalan yang belum pernah dilewati, untuk dateng ketempat yang udah beberapakali didatengin pun masih suka nyasar. kemarin contohnya, padahal kalo dipikir pake logika itu mustahil banget bakalan nyasar tapi lagi-lagi nyasar dan bikin lokasi yang harusnya bisa ditempuh dalam waktu beberapa menit jadi bermenit-menit lamanya. harus mikir dulu,setelah lewat sini kemana kemana dan kemana lagi. 

Ah entahlah, aku yang aneh atau memang jalanan yang selalu berubah-ubah setiap kali aku lewati sampai-sampai aku keliru lagi dan lagi.

Padahal, aku itu termasuk orang yang hoby banget jalan-jalan naik motor sendirian datengin tempat-tempat yang belum pernah didatengin sendirian dan sering tersesat juga sendirian yang padahal sebelum ngebolang itu aku selalu punya PD yang luar biasa buat enggak nyasar, tapi ya apa mau dikata, takdir suka bermain denganku bahkan dalam perjalan sekalipun takdir suka ingin berlama-lama denganku .. halahhhh pembenaran macam apa ini >.<


"Kamu tau stand Gramedia itu ada dimana?" tanyamu sambil menerobos lautan manusia di IBF kemarin sore.

"Hmm, kayaknya itu di luar deh kak." 

"Kamu yakin?"

"Kayaknya sih di luar kak". kataku menegaskan lagi sambil terus berjalan disampingnya

"Ah, kamu meragukan dik" sepertinya dia tidak puas dengan jawabanku

dan aku hanya tersenyum saja, sebab aku sendiripun seperti yakin tak yakin pada jawabanku sendiri. 
sambil langkah kaki terus melangkah menuju pintu utama IBF dan sampailah di stand Republika, dan ternyata stand yang kita cari itu memang tak ada dipintu utama.

"Mana dik, kamu bilang di depan. sebelum masuk kedalam tadi saat pertama kali aku sampai, aku mencari-cari stand gramedia itu tak ada disini dik". 

"Yaudah kak, biar aku tanya ya sama penjaga stand disini"

"Tuh kan dik , firasatku memang bukan disini."

"ciee kaka hebat" kataku sambil menggodanya

"Iya dong, nama nya juga firasat istri solehah" katanya sambil memuji diri sendiri dan memberikan senyum semanis mungkin padaku
 
aku hanya tersenyum simpul dengan pernyataannya,


"Kamu tuh kaya suamiku dik, punya Ruang Tata Letak yang tak baik dalam otaknya. aku lebih sering jadi navigasi saat perjalanan. kalau dia jalan sendirian pun sering nyasar mungkin kaya kamu. makanya dik cari navigasi yang bisa nemenin kamu perjalanan biar gak tersesat terus" 

" :))) " sebenarnya dirimu itu sedang menyamakan aku dengan suamimu yang tak pandai menghafal jalan atau sedang memeberi kode agar aku lekas mencari navigasi untuk perjalanan hidupku, ah entahlah jawabannya hanya ada dikamu kak.
hehe


Aku tau, ingatanku untuk menghafal jalan itu sangat buruk. tapi itu tak mengurangi hobyku untuk terus mencari jalan baru dan perjalanan baru dalam hidup .. 
pasti akan ada masa dimana aku jadi pandai dalam menghafal jalan ibukota, nikmati saja saat ini.

selagi menikmati proses itu menyenangkan , kenapa harus mengeluh :p

ini prosesku untuk menjadi seorang Driver yang baik dalam menghafal jalan .. hehee

Jakarta, 09Maret2015
16:55Wib





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membahasakan Bahasa

Berbahasalah wahai Ayah, Bunda.. Ajak anak-anakmu untuk berdialong dengan bahasa yang tak biasa, dengan bahasa yang diajarkan Rasulullah kepada Abdullah bin Abbas dalam mengenalkan tauhid pada Rabbnya. Abdullah bin Abbas adalah keponakan Rasulullah yang pada saat itu usianya baru berkisar 10th, tapi Rasulullah selalu mengajaknya berdialog dengan bahasa yang indah nun rupawan. Dengan bahasa yang tak biasa disampaikan pada anak seusianya. Tapi, Rasulullah membahasakan itu padanya. Suatu hari saat Rasulullah membonceng Abdullah bin Abbas di atas  unta untuk satu perjalanan. Kemudian Rasulullah berucap  "Jagalah Allah, Nak. Maka Allah akan menjagamu." Secara logika, anak kecil mana yang mampu mengerti bahasa seperti itu, tinggi dan membingungkan, tapi tidak dengan Abdullah bin Abbas kecil, seorang anak kecil yang cerdas, mampu mengerti perkataan Rasulullah. Bayangkan, bagaimana mungkin kita bisa menjaga Allah sedangkan Allah tidak terlihat. Tapi kecerdasan Abdullah bi...

Esok

Esok, Engkaulah deras yang mengguyur setiap lini intiku... Engkaulah bahasa yang mengajarkanku berkata-kata dalam kebisuan... Engkaulah serat sutra yang kurajut dengan penuh kesakralan... Engkaulah kesadaran yang kuminati ditiap putaran waktu... Engkaulah kenangan yang ingin terus kuulangi berkali-kali dalam memori otakku... Engkaulah sebuah kemakluman dalam tingkah dan lakuku.. Engkaulah getar dalam ketidakmengertian itu... Dan... Engkaulah itu denyut  dalam urat di nadiku... Jakarta, 2017

Nikmati saja !

Kita pasti akan melewati satu masa dimana kita merasa paling bersemangat dari yang lainnya, dan dilain waktu justeru kita menjadi manusia yang sangat membutuhkan semangat dari orang lain. Kita pasti akan melewati satu waktu dimana kita merasa paling kuat dari yang lainnya, dan dilain waktu justeru kita menjadi manusia yang sangat membutuhkan kekuatan dari orang lain. Rasa suka, lelah, bosan dan semua rasa yang membuat hati kita bahagia atau bermuram durjam sekalipun pasti akan kita lewati, disetiap masa selagi kita hidup. dan semuanya hanya bersifat sementara, kan? Nikmati saja setiap rasa yang ada, terkadang Allah memberikan  rasa  yang hadir itu bukan tanpa sebab, melainkan Ia ingin hidup yang kita jalani lebih memiliki warna, rasa dan rupa.  Jika merasa kuat, maka tugas kita adalah menguatkan yang lainnya. Dan jika kita merasa lemah maka carilah sesuatu yang mampu menjadikan kita kuat untuk bisa melewati setiap masa selagi kita hidup. Nikmati saja set...