Langsung ke konten utama

Ada , kemudian pergi ... (maaf)

Bismillah,
semoga Allah menuntunku dalam setiap memilih pilihan yang kupilih..

Aku ingin pergi dari sini, meninggalkan.. dan seolah tak peduli terhadap kisah yang sempat kita cipta.
Bukan karna aku tak mencinta,bukan. Justru karna aku yang terlalu mencintai kalian, Aku takut ambisiku dalam mencinta akan merusak esensi cinta seharusnya,aku tak mau itu terjadi.


Sebelum itu terjadi, aku memilih untuk mencipta j-e-d-a diantara kita.
Maaf, jika aku egois dalam mengambil keputusan seperti ini, padahal aku sendiri yang mengatakan kita adalah kita.
Tapi, percayalah kalian tetap menjadi makna yang santun yang aku tempatkan disudut sini ( Red:Hati )

 Dan kita, akan tetap menjadi sahabat dimanapun berada,kita sungguh akan tetap menjadi sahabat. Tidak aka ada yang pergi dari hati,Tidak akan pernah ada yang hilang dari sebuah kenangan. Kita akan tetap menjadi sahabat, sekalipun langkah kita tak lagi mampu beriring.. percayalah
Jika nanti aku sudah mampu berdamai dengan hati, aku pasti akan kembali lagi ketempat ini.

Tempat dimana aku mengenal kalian,
Tempat dimana aku belajar untuk mencipta jejak-mimpi-asa-dan harapan baru dengan kalian,
Kalian luar biasa, kalian tak-an hilang dari hati .
Terimakasi untuk kisah yang sudah kalian beri ..

Aku mencintai kalian karna Allah .


#8Syawal1435H
19.55Wib

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membahasakan Bahasa

Berbahasalah wahai Ayah, Bunda.. Ajak anak-anakmu untuk berdialong dengan bahasa yang tak biasa, dengan bahasa yang diajarkan Rasulullah kepada Abdullah bin Abbas dalam mengenalkan tauhid pada Rabbnya. Abdullah bin Abbas adalah keponakan Rasulullah yang pada saat itu usianya baru berkisar 10th, tapi Rasulullah selalu mengajaknya berdialog dengan bahasa yang indah nun rupawan. Dengan bahasa yang tak biasa disampaikan pada anak seusianya. Tapi, Rasulullah membahasakan itu padanya. Suatu hari saat Rasulullah membonceng Abdullah bin Abbas di atas  unta untuk satu perjalanan. Kemudian Rasulullah berucap  "Jagalah Allah, Nak. Maka Allah akan menjagamu." Secara logika, anak kecil mana yang mampu mengerti bahasa seperti itu, tinggi dan membingungkan, tapi tidak dengan Abdullah bin Abbas kecil, seorang anak kecil yang cerdas, mampu mengerti perkataan Rasulullah. Bayangkan, bagaimana mungkin kita bisa menjaga Allah sedangkan Allah tidak terlihat. Tapi kecerdasan Abdullah bi...

Esok

Esok, Engkaulah deras yang mengguyur setiap lini intiku... Engkaulah bahasa yang mengajarkanku berkata-kata dalam kebisuan... Engkaulah serat sutra yang kurajut dengan penuh kesakralan... Engkaulah kesadaran yang kuminati ditiap putaran waktu... Engkaulah kenangan yang ingin terus kuulangi berkali-kali dalam memori otakku... Engkaulah sebuah kemakluman dalam tingkah dan lakuku.. Engkaulah getar dalam ketidakmengertian itu... Dan... Engkaulah itu denyut  dalam urat di nadiku... Jakarta, 2017

Nikmati saja !

Kita pasti akan melewati satu masa dimana kita merasa paling bersemangat dari yang lainnya, dan dilain waktu justeru kita menjadi manusia yang sangat membutuhkan semangat dari orang lain. Kita pasti akan melewati satu waktu dimana kita merasa paling kuat dari yang lainnya, dan dilain waktu justeru kita menjadi manusia yang sangat membutuhkan kekuatan dari orang lain. Rasa suka, lelah, bosan dan semua rasa yang membuat hati kita bahagia atau bermuram durjam sekalipun pasti akan kita lewati, disetiap masa selagi kita hidup. dan semuanya hanya bersifat sementara, kan? Nikmati saja setiap rasa yang ada, terkadang Allah memberikan  rasa  yang hadir itu bukan tanpa sebab, melainkan Ia ingin hidup yang kita jalani lebih memiliki warna, rasa dan rupa.  Jika merasa kuat, maka tugas kita adalah menguatkan yang lainnya. Dan jika kita merasa lemah maka carilah sesuatu yang mampu menjadikan kita kuat untuk bisa melewati setiap masa selagi kita hidup. Nikmati saja set...