Langsung ke konten utama

Aku Berbeda


Aku berbeda (menurut Kalian)
ah, tak mengapa jika aku di katakan berbeda dengan kalian.
itu tertanda baik, bukan?

Sebab, aku mampu ciptakan warna yang berbeda dari kalian semua..
Ter-asingkan.. biasa saja menurutku
Di bedakan.. sudah biasa
Di Tertawakan dan dianggap aneh .. tak mengapa bagiku

Seperti kata Curt Cobain "Mereka menertawakanku karena aku berbeda. Tapi, Justru aku menertawakan mereka karena mereka semua sama"

Betapa paham betul aku tentang apa yang kalian pikirkan tentang ke-ber-beda-an yang ada pada diriku tapi aku menikmatinya, jadi untuk apa aku permasalahkan tentang rasa yang kalian rasa.
ketika aku diperhitungkan seperti ini itu tertanda baik, bukan? itu artinya aku masih jadi perhitungan dikalangan kalian, dan itu bukan masalah. suatu masalah itu ketika aku sudah tidak lagi dijadikan objek perhitungan oleh kalian itu artinya aku sudah mulai ter-abaikan atau bahkan sudah mulai di-lupakan.


Terimakasih sudah memperhitungkan keberadaanku :)

Maha Karya atasNya yang begitu Maha karya saat menciptakan aku dengan segala warna yang ada pada diriku.


Winda S Septiana

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membahasakan Bahasa

Berbahasalah wahai Ayah, Bunda.. Ajak anak-anakmu untuk berdialong dengan bahasa yang tak biasa, dengan bahasa yang diajarkan Rasulullah kepada Abdullah bin Abbas dalam mengenalkan tauhid pada Rabbnya. Abdullah bin Abbas adalah keponakan Rasulullah yang pada saat itu usianya baru berkisar 10th, tapi Rasulullah selalu mengajaknya berdialog dengan bahasa yang indah nun rupawan. Dengan bahasa yang tak biasa disampaikan pada anak seusianya. Tapi, Rasulullah membahasakan itu padanya. Suatu hari saat Rasulullah membonceng Abdullah bin Abbas di atas  unta untuk satu perjalanan. Kemudian Rasulullah berucap  "Jagalah Allah, Nak. Maka Allah akan menjagamu." Secara logika, anak kecil mana yang mampu mengerti bahasa seperti itu, tinggi dan membingungkan, tapi tidak dengan Abdullah bin Abbas kecil, seorang anak kecil yang cerdas, mampu mengerti perkataan Rasulullah. Bayangkan, bagaimana mungkin kita bisa menjaga Allah sedangkan Allah tidak terlihat. Tapi kecerdasan Abdullah bi...

Esok

Esok, Engkaulah deras yang mengguyur setiap lini intiku... Engkaulah bahasa yang mengajarkanku berkata-kata dalam kebisuan... Engkaulah serat sutra yang kurajut dengan penuh kesakralan... Engkaulah kesadaran yang kuminati ditiap putaran waktu... Engkaulah kenangan yang ingin terus kuulangi berkali-kali dalam memori otakku... Engkaulah sebuah kemakluman dalam tingkah dan lakuku.. Engkaulah getar dalam ketidakmengertian itu... Dan... Engkaulah itu denyut  dalam urat di nadiku... Jakarta, 2017

Nikmati saja !

Kita pasti akan melewati satu masa dimana kita merasa paling bersemangat dari yang lainnya, dan dilain waktu justeru kita menjadi manusia yang sangat membutuhkan semangat dari orang lain. Kita pasti akan melewati satu waktu dimana kita merasa paling kuat dari yang lainnya, dan dilain waktu justeru kita menjadi manusia yang sangat membutuhkan kekuatan dari orang lain. Rasa suka, lelah, bosan dan semua rasa yang membuat hati kita bahagia atau bermuram durjam sekalipun pasti akan kita lewati, disetiap masa selagi kita hidup. dan semuanya hanya bersifat sementara, kan? Nikmati saja setiap rasa yang ada, terkadang Allah memberikan  rasa  yang hadir itu bukan tanpa sebab, melainkan Ia ingin hidup yang kita jalani lebih memiliki warna, rasa dan rupa.  Jika merasa kuat, maka tugas kita adalah menguatkan yang lainnya. Dan jika kita merasa lemah maka carilah sesuatu yang mampu menjadikan kita kuat untuk bisa melewati setiap masa selagi kita hidup. Nikmati saja set...