Langsung ke konten utama

Postingan

Kepada : Nina gadis kecil di rumah singgah

Hallo, Nina sayang. apa kabar? Nina sayang mungkin sudah lupa kalau aku  belum membalas surat Nina 5Desember2015 tahun lalu, surat yang Nina titipkan pada Kak Tika guru Nina di rumah singgah. Nina sayang pasti tambah pintar membuat surat ya, sekarang. Maafkan aku ya, lama sekali membalas suratmu. Tapi tenang sayang, aku tidak lupa untuk membalasnya. Apa kabar Ibu dan Bapak Nina? apa masih marah-marah kalau aku datang ke rumahmu? semoga sudah tidak, ya. Rumahmu, bagaimana? masihkah bocor-dan-banjir setiap kali aku datang dengan deras? semoga tidak lagi :") Nina, maafkan aku karena belakangan ini akan  datang ke rumahmu lebih sering dari biasanya, lebih deras dari biasanya. Aku rindu kamu, menemanimu saat malam, menyelami mimpi indah bersamamu agar kamu tetap terlelap dengan manis dalam mimpimu. Nina pernah memintaku untuk berjanji agar tidak turun di rumahmu. Agar rumahmu tidak bocor-dan-banjir, agar ibu tetap bisa berjualan dan bapak tetap bisa memulung. Tapi maaf Nina...

Tuan (meng)hilang

Kepada : Tuan Pemilik Taman Aksara Hei! Hello, apa kabar? Sudah  lebih dari 7776000 detik aku mencarimu: barisan aksara yang dulu sering membuat pipiku berubah menjadi merah jambu setiap kali berkunjung untuk menikmati sajian kata di rumahmu. Kamu kenapa? adakah seseorang yang membuat hatimu remuk redam sehingga kamu enggan untuk menghias rumah dengan aksara milikmu lagi. Katakan padaku, Tuan! Aku kehilangan kamu, aksara milikmu. Kamu kenapa? tolong menulis lagi, sebab dari mana lagi aku tahu kabar tentangmu jika bukan karena membaca setiap deret-baris tulisan di rumah mayamu. Sudah banyak malam-malam sebelumnya kuhabiskan hanya untuk menatap layar monitor  hanya untuk berjelajah dalam imaji menyelami semua sajian kata milikmu. Lalu dengan teganya kamu biarkan malamku mati hanya karena menunggu tulisanmu menghiasi layar monitorku. Hei! Tuan.. Menulislah lagi untuk membuatku hidup denganmu walaupun hanya sekadar imaji yang kuciptakan sepanjang malam saat menikmati...

Surat Cinta ke Satu #30HariMenulisSuratCinta

Kepada : Cinta Cinta.. Apa kabar? kuharap kamu tetap dalam keadaan baikbaik saja. Sudah cukup lama aku tidak merasakan kehadiranmu di rumahku. Kamu tahu? rumahku sepi tanpa kamu di dalamnya. Seolah rumah kosong tak berpenghuni. Padahal kami hidup di dalamnya, tanpa kamu. Kami seolah mati. Ini adalah surat (cinta) pertama yang aku tulis untuk tiga-puluh-hari ke depan, dan aku mau meminta kamu hadir terus untuk menemani harihariku: setelah surat pertama, setelah hari ini, setelah habis bulan bahkan sampai habis waktuku di sini. Aku hanya ingin hidupku dipenuhi dengan kamu: Cinta. Maukah kamu jadi bagian dari aku? Winda S Septiana||Jakarta,31Januari2016 #30HariMenulisSuratCinta

Review Film Ketika Mas Gagah Pergi (KMGP)

Gagah yang diperankan oleh (Hamas Syahid) adalah sosok kaka yang sempurna bagi Gita (Aquino Umar). Setelah ayahnya meninggal sosok Gagah menjadi sosok yang mampu mengisi kekosongan ruang hati adiknya yang masih duduk di bangku SMA. Gagah seorang mahasiswa yang tidak hanya tampan, baik, ramah dan pandai karate. Tapi Gagah juga mampu menjadi sosok penyayang bagi Gita, semua keinginan yang Gita mau selalu di penuhi olehnya. Kedekatan Gagah dan Gita berubah setelah Gagah pulang dari Ternate, Gagah mengubah penampilannya menjadi lebih religius. Ia mulai meninggalkan kehidupan hedonisnya yang dulu dan memulai dengan kehidupan yang baru. Namun perubahan yang ada pada diri Gagah searang justru membuat Gita tidak nyaman. Gita kehilangan sosok Gagah yang asyik, perubahan Gagah membuat Mama yang diperankan oleh (Wulan Guritno) merasa sedih. Karena ke-2 anaknya kini tidak lagi harmonis hanya karena perubahan yang ada di diri Gagah sekarang.

Butuh Jeda Agar Tak Saling Membeku

"Jadi, bagaimana dengan obrolan kita waktu itu" Aku sengaja membuka pembicaraan, agar mengalihkan tatapannya dari buku yang asyik dibacanya. "Hei..." Ia tak bergeming sedikitpun. Laki-laki di depanku membatu, seolah hujan sore tadi mengubahnya menjadi balok es. Ya, balok es yang asyik dengan deretan huruf, yang seakan tak melihatku hampir membeku karena sikapnya. Huh! "Kau bisa dengar atau tidak?!" Berkali-kali aku menarik  buku yang dibacanya, untuk memastikan bahwa ia mendengar ucapanku barusan. "Diam, bawel! kembalikan bukuku!"  Mendadak Ia melempar tatapan sinis ke arahku. "Aku punya cara sendiri dalam mengupayakanmu. Kalau kau terus merengek seperti anak bocah, jangan harap aku akan menganggap obrolan kita sesuatu yang perlu diperhitungkan!" "Tapi.." "Tapi apa lagi sih?" "Aku mau kamu sesegera mungkin mengupayakanku." "Terserah maumu, yang jelas aku punya cara sendiri dala...

Tuan bersama hujan

Hei tuan.. Kau datang bersama rinai hujan yang turun Bersama rintik yang jatuh ke bumi Kau datang  menawarkan berjuta harapan Dan aku jatuh,  terhanyut olehmu Dari hujan aku belajar mencintaimu Dari hujan aku mengeja namamu kekal dalam imaji Dari hujan aku menata  rapi ruang hati  hanya untuk kau singgahi Kujadikan hati sebagai rumah untukmu pulang Kujadikan rumah ini senyaman mungkin Untuk kau singgahi sampai habis waktu itu tiba, Menua, renta Sekalipun tanpa cinta Winda S Septiana Jakarta,2015

Bahasa Langit

Bersenandunglah dengan merdu Mengisyaratkan bahasa penuh syahdu Bukan untuk mendayu apalagi merayu Tapi menjadi jembatan antara bumi dengan langit Memanglah beda antara bumi dengan langit Berjarak jauh nun tak terjangkau Tapi, bukankah kita jua dapat berbahasa? Kita mengeja semua isyarat dengan lantang tanpa terbata Bahasa kita adalah bahasa langit Bahasa yang tidak semua penduduk bumi dapat menerka Sekalipun diterka oleh mereka  Tak jua membuat kita berhenti untuk berbahasa, kan? Hai pemilik bahasa langit Terus sahaja berbahasa Berbahasa dengan penuh makna Makna atas isyarat-isyarat yang tengah terserak Winda S Septiana, Jakarta,2015

Paksa-Patah

Aku tetap menjadi aku Kamu akan tetap menjadi kamu Kita punya porsi sendiri, dalam menempati kehidupan ini Lalu, apa masih perlu kamu menuntutku, menjadi serupa denganmu? Beberapa hal yang kamu sendiri pun tak bisa menjadi sepertiku Apa rasanya jika harus dipaksa, mengubah warna yang kau punya? Mati? Tentu tidak, bukan? Kamu akan tetap hidup, namun patah! Lalu mati perlahan Apa pernah terpikir bagaimana rasanya, jika kamu berada pada posisi orang yang dipaksa mengubah warna asli miliknya? Pernahkah? Bila belum, silakan mencoba Jika kamu tetap nyaman dengan paksaan Kamu boleh datang padaku Menceritakan keterpaksaan yang membuatmu tetap tersenyum Winda S Septiana, Jakarta 2015

Semoga saja tidak keliru (lagi)

"Seringkali kita terkecoh dalam kekhawatiran rasa di dalam hati,  lebih sering mengkhawatirkan sesuatu yang sudah pasti, seperti jodoh-rezeki dan melalaikan sesuatu yang hakikatnya perlu kita perjuangkan dan upayakan seperti amalan kita di hadapanNya"  Ustad Salim A Fillah Kurang lebih pesan yang disampaikan oleh Ustad Salim dalam taujihnya seperti itu. Jika keliru maknanya mungkin karena keterbatasanku dalam menyerap ilmu darinya, atau bisa jadi karena masih ada benih-benih sombong yang singgah dalam hati. Mohon bimbing aku selalu agar tak semakin keliru. Bismillahirahmannirrahim.. Menunaikan permintaan spesial dari seorang kaka kemarin siang, perihal tulisan yang dibuat sebelumnya   Klik di sini .  Yang tulisan itu sengaja ia buat untuk menanggapi tulisanku tentang jodoh   Klik di sini .

Selamat Datang windasseptiana.Net

Assalamualaikum ^^ Yeay! Akhirnya... Taraaaaaaaa ....  Selamat datang di rumah mayaku dengan alamat domain yang baru.  Domain baru ini adalah salah satu hadiah di bulan November ini. Uwooooo  Banyak  banget kebahagiaan yang Allah kasih  di bulan ini, dan salah satunya cita-cita punya domain sendiri tercapai.. Alhamdulillah alaa kulli haal^^ Mau sedikit cerita nih tentang  si mblog hingga akhirnya berubah nama jadi http://www.windasseptiana.net/ sebelumnya nama asli si mblog itu windasseptiana.blogspot.co.id. Biar keren kayak orang-orang sekarang jadi .net. XD

Laksana Ali dan Fatimah

Laksana kisah cintanya Ali dan Fatimah yang mengukir begitu syahdu nun romantis, mengalahkan kisah cinta dalam negri dongeng manapun. Pun sama dengan aku yang mendamba satu kisah begitu syahdu berbalut kesakralan atas keridhoanNya. Kisah cinta yang kuharap setan pun tidak mengetahuinya, cukup Allah saja yang ikut berperan dalam kisahku. Jika Ia ridho semua akan mudah kan? Aku mencintaimu tuan, bahkan sejak pertemuan kita yang pertama. Katanya cinta itu datang karena seringya berinteraksi, tapi ini tidak berlaku padaku. Aku mencintaimu tuan, yang padahal kita belum pernah bercengkarama dalam nyata. Aku sering mendengar kehebatanmu dari mulut-mulut mereka yang tak henti megagungkan namamu, tapi tenang saja aku bukan pengidola buta yang lantas jatuh hati saat mendengar namamu disebut-sebut. Aku mencintaimu tuan, titik. Cinta tak perlu alasan kan mengapa ia harus menetap pada hati yang dikehendakiNya. Aku tau ada banyak mata yang menatap ke arahmu, menunjukkan kagumnya pada sos...

Rectoverso: Hanya Isyarat

Ku coba semua, segala cara Kau membelakangiku Ku nikmati bayangmu Itulah saja cara yang bisa Untuk kumenghayatimu Untuk mencintaimu Sesaat dunia jadi tiada Hanya diriku yang mengamatimu Dan dirimu yang jauh di sana Ku tak kan bisa lindungi hati Jangan pernah kau tatapkan wajahmu Bantulah aku semampumu (Rasakanlah) Isyarat yang sanggup kau rasa Tanpa perlu kau sentuh (Rasakanlah) Harapan, impian, Yang hidup hanya untuk sekejap (Rasakanlah) Langit, hujan, Detak, hangat nafasku

Hujan yang kesekian

Hujan Ini yang kesekian Kau datang lagi Tapi, tanpa lebih dulu memberi isyarat kepadaku Hujan Ini yang kesekian Kau datang lagi Tapi, tanpa mengijinkanku mempersiapkan ruang untukmu singgah  Hujan Ini yang kesekian Kau datang lagi Tapi, tanpa sedikitpun mau merayakan bahagia bersamaku Hei, kau tau aku rindu? Teganya kau biarkan aku terus melipat rindu! Apa kau tak rindu bercumbu denganku? atau sekedar merayakan bahagia bersamaku. Hayolah, kita berteman lagi seperti waktu itu. Akan aku siapkan tempat ternyaman jika kau singgah nanti. Percayalah, hei ribuan partikel yang selalu membuatku terus jadi wanita pelipat rindu. Winda S Septiana || Jakarta,161115

Bagian Cinta

Ada bagian dari Cinta yang seringkali terlupa oleh kita Ia adalah Do'a Seuntai kata paling syahdu yang lahir dari dasarnya lubuk hati Kata yang kita adukan pada Tuhan demi penjagaan terbaik untuk yang tercinta Ia adalah Do'a Lantunan kata paling merdu yang mendayu-dayu di pelupuk rindu Mengiba pada Tuhan di sepertiga malam demi takdir terbaik untuk yang paling dirindui Ia adalah Do'a Ribuan pinta yang mengangkasa  untuk menggentarkan singgasana langit Perkara upaya merajuk pada Tuhan untuk meminta seluruh kebaikanNya demi kebahagiaan seseorang yang menjadi sumber bahagianya Do'aku masih tetap sama.. Yang terbaik untukmu :') Winda S Septiana || Jakarta,161115

Taman Kutukan dan Penyihir Jahat?

Di suatu Negri antah berantah yang jauh nan di sana hiduplah seorang penyihir jahat dalam taman tanpa air. Penyihir itu akan semakin kuat dengan keyakinan penduduk desa yang meyakini  keberadaannya dalam taman tersebut. Kekuatan penyihir itu terlahir dari ketakutan penduduk desa setempat. Konon siapapun yang datang ke taman itu mengenakan pakaian merah akan terkena kutukan sang penyihir jahat tersebut. Kutukan itu  semakin kuat dengan hilangnya beberapa penduduk yang nekat datang ke taman untuk menantang penyihir jahat. Dan hasilnya tetap nihil! Mereka tidak ada yang berhasil menantang sang penyihir jahat. Mereka hilang dan tidak kembali lagi setelah pamit untuk pergi ke taman itu. Hingga suatu hari, ada 6 orang sahabat berniat untuk mematahkan mitos yang dikuatkan oleh penduduk desa dengan  mendatangi taman kutukan sambil mengenakan pakaian merah. Sesampainya di taman itu mereka melihat ada hamparan bunga tulip yang cantik sejauh mata memandang, deda...

Review: Rembulan Tenggelam Di Wajahmu

Review Buku Judul Buku             : Rembulan Tenggelam Di Wajahmu Penulis                    : Darwis Tere Liye Penerbit                  : Republika Tebal Halaman       : 426 Harga                      : Rp. 60.000 Sama seperti dulu, meski hatinya marah, meski hatinya mengutuk langit berkali-kali, Ray tetap tepesona menatap rembulan di langit. Merasa damai dengan sepotong ciptaan Tuhan yang seolah-olah digantungkan begitu saja oleh Tuhan. Malam-malam sepi di selasar atap tampias panti. Malam-malam sendiri di atap genting Rumah Singgah. Malam-malam senyap di atas tower air. Di lantai 18 gedung. Malam-malam yang membuatnya membenci takdir Tuhan, hanya sepotong Rembulan di atas langit yang selalu membuat ia berterima kasih. Buku Rembulan tenggelam ...

Review: Dalam Dekapan Ukhuwah

Re view Buku Judul Buku         : Dalam Dekapan Ukhuwan Penulis               : Salim A. Fillah Tahun Terbit      : 2010 Penerbit              : Pro-U Media, Yogyakarta Jumlah Hal         : 472 Dalam dekapan ukhuwah, kita mengambil cinta dari langit lalu menebarkannya di bumi. Sungguh di surga, menara-menara cahaya menjulang untuk hati yang saling mencinta. Mari membangunya dari sini, dalam dekapan ukhuwah. Jadilah ia persaudaraan kita sebening prasangka, sepeka nurani, sehangat semangat, senikmat berbagi, dan sekolah janji. (Dua Telaga, Hal 13) Bukan Salim A. Fillah namanya jika tak pandai mengemas kata menjadi taman-taman aksara penuh makna, memadukan kisah dengan sirah membuat pembaja jatuh hati pada setiap bait-bait setiap tulisan dalam buku ini. Buku dalam dekapann ukhuwah,  Salim A.Fillah menyajikan tent...

Bersama

Lagi-lagi takdriNya itu teramat indah untukku syukuri Garis takdir yang membawaku ada di sini, tempat ini Siapa lagi yang mampu menggerakkan takdirku selain Ia pemilik alam semesta, yang jiwaku ada ditanganNya. Ah, Siapalah aku jika harus bersanding dengan mereka.  Mereka adalah orang-orang hebat, pemilik aksara. Menulis adalah hidup,jiwa, bahkan segenap hatinya  adalah untuk menulis. Sedang aku? Aku masih jauh dari kata pantas. Menulisku masih semauku, menulisku masih perihal apa yang aku senangi. Namun jika takdirNya menetapkan kita untuk ada dalam satu atap bersama. Siapa yang mampu menolak? Aku? bisa apa aku ini. Tak ada sedikitpun takdirNya yang dapat kukendalikan Tugasku hanya perlu taat  atas setiap skenario yang Ia buat. Aku, seringkali mengatakan "Aku tau." tapi hakikatnya akulah yang paling tidak mengetahui bahwa ada kekuatan yang bekerja diluar kendaliku, ada banyak hal-hal yang tidak mampu kutebak-tebak dengan ke sok tahuanku. Teruntuk kali...
" .... Dan Allah yang mempersatukan hati para hambaNya yang beriman .. jikapun kau nafkahkan pembendaharaan bumi seluruhnya untuk mengikat hati-hati mereka, tak akan bisa kau himpunkan hati mereka, tetapi Allah-lah yang menyatupadukan hati mereka ..." Al-Anfaal (8) :63

Review: 3 (Tiga) Alif,Lam,Mim dan pesan yang tersirat

Bismillahirromanirrohiim... Saya sempat berpikir bahwa film dakwah itu melulu soal cinta-ta'aruf-penjagaan, tapi semua pemikiran saya dipatahkan ketika saya melihat film 3(tiga), awalnya sempat merasa berat harus merogoh kantong 50ribu hanya untuk duduk di dalam ruang gelap dengan kursi empuk. Karena gembar-gembor tentang film 3(Tiga) di beberapa grup Whatsapp yang saya ikuti, akhirnya saya pun memutuskan untuk menonton film ini. Saya terlambat 15menit saat menonton film ini karena terbentur waktu shalat maghrib. Namun, 15 menit yang tertinggal tidak membuat saya menyesal karena merasa rugi 15menit. Tapi saya justeru bersyukur akhirnya tidak salah memutuskan untuk nonton film yang sangat layak ditonton ini. Untuk kalian para remaja muslim yang mengidolakan film dakwah keren, saya anjurkan untuk menonton film ini. Sepanjang menonton otak saya seperti diajak berpikir dan bertanya-tanya tentang alur cerita yang dibuat oleh Anggy. Sekali lagi saya rekomendasikan film ini untuk dito...