Langsung ke konten utama

Postingan

Antara Perjuangan dan Pengorbanan

Pict Form Google Rasulullah saat berdakwah tidak sekadar meminta masyarakat untuk melaksanakan ibadah yang bersifat individu. Tapi sampai menjadi islam tegak di muka bumi dan menjadi tatanan sebuah kehidupan dalam bermasyarakat. Sebab itu Dakwah  adalah sebuah perjalanan panjang dan berat. Bahkan perjalanan dakwah bisa lebih panjang usianya daripada usia kita para dai. “Dakwah ini tidak mengenal sikap ganda. Ia hanya mengenal satu sikap Totalitas. Siapa yang bersedia untuk itu, maka ia harus hidup bersama dakwah dan dakwah pun melebur dalam dirinya. Sebaliknya, barangsiapa yang lemah dalam memikul beban dakwah, ia akan terhalang dari pahala besar seorang mujahid dan tertinggal bersama orang-orang yang duduk tanpa mengambil peran. Lalu Allah akan mengganti mereka dengan generasi lain yang lebih baik dan lebih sanggup memikul dakwah ini.”  (Hasan Al-Banna)

Ketika Dua Warna Saling Menemukan

: Sebuah Narasi Pernikahan Afilin dan Resty “Saat cinta telah mengusik, perlahan ia akan berkembang membentuk fondasi menjadi sebuah bangunan di hati. Bangunan cinta sesuai petunjuk Rasul dalam sabdanya bahwa ; ‘Tidak ada bangunan di dalam Islam yang lebih dicintai oleh Allah daripada pernikahan’. Karena jika cinta dihijrahkan dari jatuh cinta menuju bangun cinta, maka cinta menjadi sebuah istana, tinggi menggapai surga. –Salim A. Fillah Hari ini, dua warna akan melebur jadi satu dalam naungan cintaNya, keduanya saling menemukan warna dalam muara pernikahan. Mengikuti sunnah Rasulnya dalam penggenapan separuh Dien. Melanjutkan kembali perjuangan untuk membangun generasi baru yang taat pada tiap titah Rabbnya. Warna itu adalah Afilin, seorang lelaki dengan perangrai yang baik, lahir dari keluarga sederhana sehingga membuatnya menjadi warna yang meneduhkan pandang, namun tak sesederhana ia dalam mengejawantahkan cinta kepada Rabbi. Adalah ia yang tumbuh dan berkembang da...

Sebuah Narasi ; Pengantar Matahari dalam Penggenapan Semesta

"Kadang kau harus meneladani matahari. Ia cinta pada bumi; tapi ia mengerti; mendekat pada sang kekasih justru membinasakan."  Salim A Fillah "Akhirnya, tiap penantian itu bermuara, arus yang mengalir menuju samudera matahari yang hendak bermuara pada pundak seorang pangeran dari ufuk barat yang siap mengajaknya untuk mengayuh langkah lebih lama dalam perjalanan yang lebih jauh dari sebelumnya pada putaran waktu yang akan terus mengulang pada perjumpaan yang akan terjadi untuk waktu yang lama bersama, berdua, dalam merenda cinta menghabiskan waktu, dalam detik, menit, bahkan hingga milenia waktu" Adalah Ana, seorang gadis shalihah yang periang, lahir dan tumbuh dari keluarga yang baik dan penyayang, sehingga menjadikannya ia gadis yang lembut dan baik hati. Seorang gadis yang ada dalam lingkungan organisasi yang menjadikannya pribadi yang berkarakter qur'ani dengan jiwa yang kokoh, sehingga menjadikannya kuat dalam uji dan co...

Esok

Esok, Engkaulah deras yang mengguyur setiap lini intiku... Engkaulah bahasa yang mengajarkanku berkata-kata dalam kebisuan... Engkaulah serat sutra yang kurajut dengan penuh kesakralan... Engkaulah kesadaran yang kuminati ditiap putaran waktu... Engkaulah kenangan yang ingin terus kuulangi berkali-kali dalam memori otakku... Engkaulah sebuah kemakluman dalam tingkah dan lakuku.. Engkaulah getar dalam ketidakmengertian itu... Dan... Engkaulah itu denyut  dalam urat di nadiku... Jakarta, 2017

Membahasakan Bahasa

Berbahasalah wahai Ayah, Bunda.. Ajak anak-anakmu untuk berdialong dengan bahasa yang tak biasa, dengan bahasa yang diajarkan Rasulullah kepada Abdullah bin Abbas dalam mengenalkan tauhid pada Rabbnya. Abdullah bin Abbas adalah keponakan Rasulullah yang pada saat itu usianya baru berkisar 10th, tapi Rasulullah selalu mengajaknya berdialog dengan bahasa yang indah nun rupawan. Dengan bahasa yang tak biasa disampaikan pada anak seusianya. Tapi, Rasulullah membahasakan itu padanya. Suatu hari saat Rasulullah membonceng Abdullah bin Abbas di atas  unta untuk satu perjalanan. Kemudian Rasulullah berucap  "Jagalah Allah, Nak. Maka Allah akan menjagamu." Secara logika, anak kecil mana yang mampu mengerti bahasa seperti itu, tinggi dan membingungkan, tapi tidak dengan Abdullah bin Abbas kecil, seorang anak kecil yang cerdas, mampu mengerti perkataan Rasulullah. Bayangkan, bagaimana mungkin kita bisa menjaga Allah sedangkan Allah tidak terlihat. Tapi kecerdasan Abdullah bi...

Deklarasi cinta yang berbeda

Gambar nyomot di mbah google Apa kamu pernah jatuh cinta dan rindu yang teramat pada manusia yang berlum pernah bertemu denganmu? Rasulullah pernah! Dengan cinta yang mahadahsyatnya kepada kita, manusia yang belum pernah bertemu dengannnya. Kau tahu? bahkan dalam embus napas terakhirnya yang terucap adalah kita, "Umati, umati, umati.." Tentangnya adalah ribuan kisah  perjuangan, serta pengorbanan untuk kehidupan seluruh manusia di akhirat nanti. Ah, Rasul.. bagaimana bisa aku tidak jatuh cinta padamu, pada tiap kisah yang ku baca dan pelajari, tentangmu selalu membuatku jatuh cinta berkali-kali.

Rangkuman For Us "Kamu Kok Selingkuh??? (Ketika Cinta Dikhianati)" #6

[Bismillahirrohmannirrohim] Kajian bulanan Forum Usroh kali ini, mengangkat tema tentang "Kamu kok Selingkuh??" 'Ketika Cinta Dikhianati' Oleh : Ustadz Bendri Jaislsyurrahman " Semua jiwa hidup di atas komitmen pada Rabbnya, berikrar untuk setia sampai kembali . Jika pada Tuhan  saja bisa ingkar, bagaimana mungkin menjanjikan sebuah kesetiaan pada manusia." Jakarta, 23 Januari 2017 Saat ijab qobul terucap, seluruh semesta bergetar, menyaksikan dua anak manusia yang mengikat janji setia pada Tuhannya. Sesungguhnya pernikahan tidak hanya sekadar hubungan dua manusia yang saling berucap janji, melainkan sebuah peristiwa yang amat besar dengan Tuhan semesta alam, Allah subhanahuwata'ala. Maka, saat seseorang berani mengkhianati pernikahannya dengan perselingkuhan, sejatinya dia  telah ingkar pada Allah, dan telah berkhianat pada sebuah janji yang amat besar. Perjanjian itu Allah sebut dengan istilah Miitsaqan Ghaliizhaa (Sebuah ...

P.E.M.U.DA

[ Bismillahirohmannirrohim ] Engkau laksana harap dalam keputusasaan, cahaya dalam gelap gulita, pembebas dalam penindasan, jalan panjang tanpa buntu. Padamu terletak banyak asa, tentang hidup yang lebih baik, tentang masa, tentang perjuangan,  tentang pengorbanan, dan tentang kejayaan. Jika bukan padamu  asa itu bergantung, maka pada siapa lagi harus mengharap sebuah perubahan peradaban? Anak-anak yang lemah, atau seribu wajah orang tua yang sudah mulai renta? Pada mereka kah harusnya harap itu tertuju? Sedang engkau,  berleha-leha dengan kesenangan nafsumu, membiarkan jiwamu mati tergerus zaman, usiamu habis terbunuh waktu. Dan kau, akhiri hidup, layaknya bangkai tak berkisah. Hidup itu hanya sekali, jangan biarkan kau mati tanpa kisah,  agar  'esok'  jadi pelajaran  bagi para pemuda di masa mendatang. Sungguh, demi Dzat yang jiwamu ada dalam genggamanNya. Bukan untuk itu kau ada di bumi. Menjadi buih di lautan, terombang-ambing tak berdaya, buk...

Raja' bin Haywah

Nama : Raja' bin Haywah Lahir : Tahun 30an H di Bisan, Palestina Wafat : Tahun 112H di Jordan Siapakah Raja' bin Haywah? Untuk pertama kalinya saya mendengar nama Raja' bin Haywah. Betapa cupunya saya dalam ilmu siroh. hikss Hilangnya kisah Raja' ataukah kita yang tidak mengenalnya? Hilangnya sejarah ataukah minimnya ilmu kita tentang sejarah? Bukan sejarah yang telah hilang dimakan waktu, melainkan diri kitalah yang kekurangan pengetahuan tentang sejarah. Khususnya di Negara Indonesia, di mana masyarakatnya sedikit sekali yang peduli pada sejarah. Padahal untuk mengetahui sebuah identitas, pertama kali yang harus dipelajari adalah sejarahnya. Bukan begitu? Kajian bulanan yang diadakan oleh SCI (Siroh Comunity Indonesia) kali ini mengangkat kisah tokoh ulama besar pada masa khalifah yang memiliki kontribusi  luar biasa terhadap islam namun tidak banyak orang yang tahu tentang beliau. Adalah ia Raja' bin Haywah yang memiliki kedekatan spesial dengan ...

Resensi Buku Follow Aisyah Open Your Heart

Judul : Follow Aisyah Open Your Heart Penulis : Sri Wahyuti N Tebal : x, 190 Halaman ISBN : 978-602-7727-64-9 Penerbit : Citra Risalah Cetakan : I, 1435 H/2015 “Pesona seorang muslimah terpancar dari perilakunya sehari-hari. Dalam dekapan kasih sayang suami, ia menaburkan wanginya akhlak tanpa memandang materi sebagai landasan utamanya. Tetapi cinta kasihlah yang menjadikan keluarga menjadi sakinah, mawadah wa rahmah.” – (Sri Wahyuti N, 2015) Tak sedikit wanita hari ini yang  bangga atas istilah emansipasi, istilah yang digunakan untuk melepaskan diri seorang wanita dari kodratnya menjadi muslimah yang taat pada peraturan yang sudah ditetapkan dalam islam. Sekarang emansipasi dijadikan pembelaan diri untuk melakukan apapun yang ia senangi tanpa pedulikan gender, padahal dalam islam kedudukan wanita begitu dimuliakan, bahkan derajat wanita tiga tingkat lebih tinggi dari laki-laki. Namun sayang masih banyak sekali wanita yang tidak sadar betapa berharganya...

Sang Mata Air Indonesia

  Bincang buku Habibie The Series & Diskusi Publik                         Ahad, 7 Agustus 2016 di Museum Mandiri, Kota Tua, Jakarta Barat. Telah terselenggara acara Bedah buku Habibie The Series dan Diskusi Publik Menggali Inspirasi 80th Habibie. Yang telah dipanitiai oleh FLP (Forum Lingkar Pena) yang tergabung dalam Friends of Mandiri Museum. Bekerja sama dengan The Habibie Center, Penerbit Tiga Serangkai, Museum  Bank Mandiri, Bank Mandiri dan Lembaga Kursus Bahasa Asing Euro Management. Saya berkesempatan untuk menghadiri acara Bedah buku Habibie The Series dan Diskusi Publik sesi ke dua, yang bertemakan  "Kepemimpinan Bacharuddien Jusuf Habibie Dalam Pengembangan SDM Indonesia. Dengan mengundang beberapa Pembicara yang pernah berinteraksi langsung dengan BJ. Habibie antara lain adalah Nurmahmudi, Wendy Aritenang dan Bambang Setiadi.

Sang Inspirator dengan Kisahnya untuk Indonesia

"Bermimpilah setinggi langit jika engkau terjatuh maka akan jatuh diantara bintang-bintang" - Soekarno Saya selalu jatuh cinta pada orang-orang yang hidupnya luar biasa, mampu menjadi inspirasi banyak orang. Dan saya selalu bermimpi  suatu hari nanti  mampu menjadi sosok yang menginspirasi banyak orang. Insyaa Allah Aamiin... Biidznillah, pada Ahad 24 Juli 2016  di Museum Mandiri, Jakarta. Pada acara  opening pameran foto bertemakan "Cinta Sang Inspirator Bangsa Kepada Negri" yang menampilkan foto-foto perjalanan sang Inspirator Bangsa. Salah satu impian saya terwujud untuk bisa bertemu dengan sang inspirator, saya bertemu dengan sosok luar biasa, sosok yang masuk dalam daftar mimpi saya untuk bisa berjumpa dan belajar darinya. Adalah ia B.J Habibie yang akrab disebut dengan sapaan Eyang Habibie, Presiden Republik Indonesia ke-3, Eyang juara nomer satu yang mampu melewati masa krisis ekonomi pada saat itu. Beliau lah Eyang yang terkenal dalam skala In...

Kepada : Nina gadis kecil di rumah singgah

Hallo, Nina sayang. apa kabar? Nina sayang mungkin sudah lupa kalau aku  belum membalas surat Nina 5Desember2015 tahun lalu, surat yang Nina titipkan pada Kak Tika guru Nina di rumah singgah. Nina sayang pasti tambah pintar membuat surat ya, sekarang. Maafkan aku ya, lama sekali membalas suratmu. Tapi tenang sayang, aku tidak lupa untuk membalasnya. Apa kabar Ibu dan Bapak Nina? apa masih marah-marah kalau aku datang ke rumahmu? semoga sudah tidak, ya. Rumahmu, bagaimana? masihkah bocor-dan-banjir setiap kali aku datang dengan deras? semoga tidak lagi :") Nina, maafkan aku karena belakangan ini akan  datang ke rumahmu lebih sering dari biasanya, lebih deras dari biasanya. Aku rindu kamu, menemanimu saat malam, menyelami mimpi indah bersamamu agar kamu tetap terlelap dengan manis dalam mimpimu. Nina pernah memintaku untuk berjanji agar tidak turun di rumahmu. Agar rumahmu tidak bocor-dan-banjir, agar ibu tetap bisa berjualan dan bapak tetap bisa memulung. Tapi maaf Nina...

Tuan (meng)hilang

Kepada : Tuan Pemilik Taman Aksara Hei! Hello, apa kabar? Sudah  lebih dari 7776000 detik aku mencarimu: barisan aksara yang dulu sering membuat pipiku berubah menjadi merah jambu setiap kali berkunjung untuk menikmati sajian kata di rumahmu. Kamu kenapa? adakah seseorang yang membuat hatimu remuk redam sehingga kamu enggan untuk menghias rumah dengan aksara milikmu lagi. Katakan padaku, Tuan! Aku kehilangan kamu, aksara milikmu. Kamu kenapa? tolong menulis lagi, sebab dari mana lagi aku tahu kabar tentangmu jika bukan karena membaca setiap deret-baris tulisan di rumah mayamu. Sudah banyak malam-malam sebelumnya kuhabiskan hanya untuk menatap layar monitor  hanya untuk berjelajah dalam imaji menyelami semua sajian kata milikmu. Lalu dengan teganya kamu biarkan malamku mati hanya karena menunggu tulisanmu menghiasi layar monitorku. Hei! Tuan.. Menulislah lagi untuk membuatku hidup denganmu walaupun hanya sekadar imaji yang kuciptakan sepanjang malam saat menikmati...

Surat Cinta ke Satu #30HariMenulisSuratCinta

Kepada : Cinta Cinta.. Apa kabar? kuharap kamu tetap dalam keadaan baikbaik saja. Sudah cukup lama aku tidak merasakan kehadiranmu di rumahku. Kamu tahu? rumahku sepi tanpa kamu di dalamnya. Seolah rumah kosong tak berpenghuni. Padahal kami hidup di dalamnya, tanpa kamu. Kami seolah mati. Ini adalah surat (cinta) pertama yang aku tulis untuk tiga-puluh-hari ke depan, dan aku mau meminta kamu hadir terus untuk menemani harihariku: setelah surat pertama, setelah hari ini, setelah habis bulan bahkan sampai habis waktuku di sini. Aku hanya ingin hidupku dipenuhi dengan kamu: Cinta. Maukah kamu jadi bagian dari aku? Winda S Septiana||Jakarta,31Januari2016 #30HariMenulisSuratCinta

Review Film Ketika Mas Gagah Pergi (KMGP)

Gagah yang diperankan oleh (Hamas Syahid) adalah sosok kaka yang sempurna bagi Gita (Aquino Umar). Setelah ayahnya meninggal sosok Gagah menjadi sosok yang mampu mengisi kekosongan ruang hati adiknya yang masih duduk di bangku SMA. Gagah seorang mahasiswa yang tidak hanya tampan, baik, ramah dan pandai karate. Tapi Gagah juga mampu menjadi sosok penyayang bagi Gita, semua keinginan yang Gita mau selalu di penuhi olehnya. Kedekatan Gagah dan Gita berubah setelah Gagah pulang dari Ternate, Gagah mengubah penampilannya menjadi lebih religius. Ia mulai meninggalkan kehidupan hedonisnya yang dulu dan memulai dengan kehidupan yang baru. Namun perubahan yang ada pada diri Gagah searang justru membuat Gita tidak nyaman. Gita kehilangan sosok Gagah yang asyik, perubahan Gagah membuat Mama yang diperankan oleh (Wulan Guritno) merasa sedih. Karena ke-2 anaknya kini tidak lagi harmonis hanya karena perubahan yang ada di diri Gagah sekarang.

Butuh Jeda Agar Tak Saling Membeku

"Jadi, bagaimana dengan obrolan kita waktu itu" Aku sengaja membuka pembicaraan, agar mengalihkan tatapannya dari buku yang asyik dibacanya. "Hei..." Ia tak bergeming sedikitpun. Laki-laki di depanku membatu, seolah hujan sore tadi mengubahnya menjadi balok es. Ya, balok es yang asyik dengan deretan huruf, yang seakan tak melihatku hampir membeku karena sikapnya. Huh! "Kau bisa dengar atau tidak?!" Berkali-kali aku menarik  buku yang dibacanya, untuk memastikan bahwa ia mendengar ucapanku barusan. "Diam, bawel! kembalikan bukuku!"  Mendadak Ia melempar tatapan sinis ke arahku. "Aku punya cara sendiri dalam mengupayakanmu. Kalau kau terus merengek seperti anak bocah, jangan harap aku akan menganggap obrolan kita sesuatu yang perlu diperhitungkan!" "Tapi.." "Tapi apa lagi sih?" "Aku mau kamu sesegera mungkin mengupayakanku." "Terserah maumu, yang jelas aku punya cara sendiri dala...

Tuan bersama hujan

Hei tuan.. Kau datang bersama rinai hujan yang turun Bersama rintik yang jatuh ke bumi Kau datang  menawarkan berjuta harapan Dan aku jatuh,  terhanyut olehmu Dari hujan aku belajar mencintaimu Dari hujan aku mengeja namamu kekal dalam imaji Dari hujan aku menata  rapi ruang hati  hanya untuk kau singgahi Kujadikan hati sebagai rumah untukmu pulang Kujadikan rumah ini senyaman mungkin Untuk kau singgahi sampai habis waktu itu tiba, Menua, renta Sekalipun tanpa cinta Winda S Septiana Jakarta,2015

Bahasa Langit

Bersenandunglah dengan merdu Mengisyaratkan bahasa penuh syahdu Bukan untuk mendayu apalagi merayu Tapi menjadi jembatan antara bumi dengan langit Memanglah beda antara bumi dengan langit Berjarak jauh nun tak terjangkau Tapi, bukankah kita jua dapat berbahasa? Kita mengeja semua isyarat dengan lantang tanpa terbata Bahasa kita adalah bahasa langit Bahasa yang tidak semua penduduk bumi dapat menerka Sekalipun diterka oleh mereka  Tak jua membuat kita berhenti untuk berbahasa, kan? Hai pemilik bahasa langit Terus sahaja berbahasa Berbahasa dengan penuh makna Makna atas isyarat-isyarat yang tengah terserak Winda S Septiana, Jakarta,2015

Paksa-Patah

Aku tetap menjadi aku Kamu akan tetap menjadi kamu Kita punya porsi sendiri, dalam menempati kehidupan ini Lalu, apa masih perlu kamu menuntutku, menjadi serupa denganmu? Beberapa hal yang kamu sendiri pun tak bisa menjadi sepertiku Apa rasanya jika harus dipaksa, mengubah warna yang kau punya? Mati? Tentu tidak, bukan? Kamu akan tetap hidup, namun patah! Lalu mati perlahan Apa pernah terpikir bagaimana rasanya, jika kamu berada pada posisi orang yang dipaksa mengubah warna asli miliknya? Pernahkah? Bila belum, silakan mencoba Jika kamu tetap nyaman dengan paksaan Kamu boleh datang padaku Menceritakan keterpaksaan yang membuatmu tetap tersenyum Winda S Septiana, Jakarta 2015